Minggu kemarin tepatnya pada hari
selasa 1 Oktober 2013 matakuliah Psikodiagnostik II (Observasi) lagi-lagi
membahas jurnal yang di analisa dan dipresentasikan oleh kelompok. Pada
kesempatan ini, kelompok yang akan presentasi yaitu Kelompok tiga dan kelompok
delapan. Berikut reviewnya :
REVIEW JURNAL KELOMPOK 3
Sumber : journal.uad.ac.id/index.php/EMPATHY/article/download/1555/893
Efektivitas Metode
Bermain Peran (Role Play) Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Pada Anak
Hasil
diskusi, pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal
ini yaitu :
1.
Pengambilan sample yang dilakukan oleh
peneliti pada saat pre-test dan post test memakain teknik CBPL (Di PPT tidak
dijelaskan).
2.
Karena ini merupakan penelitian eksperimen
sample yang di teliti hanya 15 orang (7 dan 8). Hal ini mempengaruhi validitas
hasil penelitian.
3.
Usia anak pada sample jika dikaitkan dengan
teori perkembangan pada usia 5 tahun termasuk dalam kategori apa serta apa saja
kemampuan anak pada usia tersebut (Perlu ditinjau kembali berdasarkan teori).
4.
Komunikasi yang dilakukan pada anak usia 5
tahun kepada temannnya seperti apa?
BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI ANALISA
FENOMENA
Peneliti tertarik untuk mengetahui
cara komunikasi pada anak kecil karena banyak
anak yang belum mampu melakukan kemampuan berkomunikasi yang sesuai dengan
tahap perkembangannya.
RUMUSAN MASALAH
Apakah ada perbedaan keterampilan komunikasi pada anak yang diberikan perlakuan metode bermain peran (role play)
dengan anak yang tidak diberikan perlakuan metode bermain peran?
SUBJEK PENELITIAN
Siswa-siswi kelas B PAUD IT Durratul
Islam Ngablak Magelang yang memiliki keterampilan komunikasi dibawah rata-rata
berdasarkan dari hasil observasi awal. Kelompok kontrol 7 orang, kelompok eksperimen 8.
METODE PENELITIAN
•
Pengumpulan data
dalam penelitian ini menggunakan observasi dengan metode Child Behaviour
Checklist (CBCL).
HASIL PENELITIAN
Pada kelompok eksperimen terdapat
perbedaan skor keterampilan komunikasi yang signifikan dari sebelum diberi
perlakuan dan setelah diberi perlakuan.
Sedangkan pada kelompok kontrol tidak
ada perbedaan dari sebelum diberi perlakuan dan setelah diberi perlakuan.
Dilihat dari hasil uji analisis,ada
perbedaan peningkatan yang signifikan pada keterampilan komunikasi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada saat setelah
diberi perlakuan.
KELEMAHAN
•
Terbatasnya waktu dalam pengambilan data subjek
•
Beberapa item
yang kurang mewakili dari aspek-aspek keterampilan komunikasi.
REVIEW JURNAL KELOMPOK 3
Memperkecil Frekuensi Membolos melalui
Konseling Pribadi Diri
Hasil
diskusi, pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal
ini yaitu :
1.
Tidak dijelaskan fenomena apa yang menyebabkan
peneliti tertarik melakukan penelitian tersebut.
2.
Siapa yang memberikan konseling kepada siswa
tersebut?Bagaimana melakukannya?
BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI ANALISA
TUJUAN PENELITIAN
Mengatahui
efektifitas konseling pribadi dapat memperkecil frekuensi membolos konseli pada
semester ganjil tahun 2009/2010 di SMA Islam Lumajang.
TAHAPAN
PENELITIAN
•
Sampel sebanyak 5
orang
•
Lima konseli
berasal dari kelas yang berbeda dan masing-masing diambil satu konseli, yaitu
dari kelas : XI-IPS1, XI-IPA2, XI-IPS2, XII-IPA1 dan kelas: XII-IPS1
•
Masing-masing
konseli memiliki frekuensi membolos sebanyak 14,14,15,10 dan 18 kali.
HASIL PENELITIAN
•
Konseling pribadi
dapat memperkecil frekuensi membolos pada semester 1 tahun pelajaran 2009 /
2010 di SMA Islam Lumajang.
•
Faktor penyebab
konseli sering membolos yaitu ada kesamaan kesenangan dengan konseli yang
sering membolos, faktor keluarga, akibat pergaulan (ikut-ikutan), belum ada
stabilitas tangung jawab terhadap peran diri sebagai pelajar, kurang
mendapatkan perhatian guru saat kegiatan pembelajaran, kurang mendapatkan
perhatian dari keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar