Senin, 07 Oktober 2013

REVIEW JURNAL (MINGGU KE-4)



       Minggu kemarin tepatnya pada hari selasa 1 Oktober 2013 matakuliah Psikodiagnostik II (Observasi) lagi-lagi membahas jurnal yang di analisa dan dipresentasikan oleh kelompok. Pada kesempatan ini, kelompok yang akan presentasi yaitu Kelompok tiga dan kelompok delapan. Berikut reviewnya :

REVIEW JURNAL KELOMPOK 3
Sumber : journal.uad.ac.id/index.php/EMPATHY/article/download/1555/893‎
 
Efektivitas Metode Bermain Peran (Role Play) Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Pada Anak

Hasil diskusi, pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal ini yaitu :

1.     Pengambilan sample yang dilakukan oleh peneliti pada saat pre-test dan post test memakain teknik CBPL (Di PPT tidak dijelaskan).
2.     Karena ini merupakan penelitian eksperimen sample yang di teliti hanya 15 orang (7 dan 8). Hal ini mempengaruhi validitas hasil penelitian.
3.     Usia anak pada sample jika dikaitkan dengan teori perkembangan pada usia 5 tahun termasuk dalam kategori apa serta apa saja kemampuan anak pada usia tersebut (Perlu ditinjau kembali berdasarkan teori).
4.     Komunikasi yang dilakukan pada anak usia 5 tahun kepada temannnya seperti apa?

BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI ANALISA
FENOMENA
Peneliti tertarik untuk mengetahui cara komunikasi pada anak kecil karena banyak anak yang belum mampu melakukan kemampuan berkomunikasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

RUMUSAN MASALAH
Apakah ada perbedaan keterampilan komunikasi pada anak yang diberikan perlakuan metode bermain peran (role play) dengan anak yang tidak diberikan perlakuan metode bermain peran?

SUBJEK PENELITIAN
Siswa-siswi kelas B PAUD IT Durratul Islam Ngablak Magelang yang memiliki keterampilan komunikasi dibawah rata-rata berdasarkan dari hasil observasi awal. Kelompok kontrol 7 orang, kelompok eksperimen 8.
 
METODE PENELITIAN
      Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dengan metode Child Behaviour Checklist (CBCL). 

HASIL PENELITIAN
Pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan skor keterampilan komunikasi yang signifikan dari sebelum diberi perlakuan dan setelah diberi perlakuan.
Sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan dari sebelum diberi perlakuan dan setelah diberi perlakuan.
Dilihat dari hasil uji analisis,ada perbedaan peningkatan yang signifikan pada keterampilan komunikasi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada saat setelah diberi perlakuan. 

KELEMAHAN
      Terbatasnya waktu dalam pengambilan data subjek
      Beberapa item yang kurang mewakili dari aspek-aspek keterampilan komunikasi.


  

REVIEW JURNAL KELOMPOK 3
Memperkecil Frekuensi Membolos melalui Konseling Pribadi Diri

Hasil diskusi, pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal ini yaitu :
1.     Tidak dijelaskan fenomena apa yang menyebabkan peneliti tertarik melakukan penelitian tersebut.
2.     Siapa yang memberikan konseling kepada siswa tersebut?Bagaimana melakukannya?


BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI ANALISA

TUJUAN PENELITIAN
Mengatahui efektifitas konseling pribadi dapat memperkecil frekuensi membolos konseli pada semester ganjil tahun 2009/2010 di SMA Islam Lumajang. 

TAHAPAN PENELITIAN
      Sampel sebanyak 5 orang
      Lima konseli berasal dari kelas yang berbeda dan masing-masing diambil satu konseli, yaitu dari kelas : XI-IPS1, XI-IPA2, XI-IPS2, XII-IPA1 dan kelas: XII-IPS1
      Masing-masing konseli memiliki frekuensi membolos sebanyak 14,14,15,10 dan 18 kali.

HASIL PENELITIAN
      Konseling pribadi dapat memperkecil frekuensi membolos pada semester 1 tahun pelajaran 2009 / 2010 di SMA Islam Lumajang.
      Faktor penyebab konseli sering membolos yaitu ada kesamaan kesenangan dengan konseli yang sering membolos, faktor keluarga, akibat pergaulan (ikut-ikutan), belum ada stabilitas tangung jawab terhadap peran diri sebagai pelajar, kurang mendapatkan perhatian guru saat kegiatan pembelajaran, kurang mendapatkan perhatian dari keluarga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar