Senin, 30 September 2013

REVIEW JURNAL (MINGGU KE-3)



REVIEW JURNAL KELOMPOK 1

KARTU MOTIVASI SEBAGAI  BENTUK DUKUNGAN SOSIAL DALAM PROSES PERAWATAN PADA ANAK KANKER LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT (LLA) YANG DIBERIKAN OLEH ORANGTUA DAN TINJAUAN DARI AGAMA ISLAM
Nurelly, Metta Rahmadiana
Fakultas Psikologi, Universitas YARSI

Sumber : Jurnal Psikogenesis. VO. 1. No. 1/Desember 2012

Hasil diskusi, pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal ini yaitu :
1.      Karena kelemahan dari jurnal ini tidak ada penjelasan tahapan observasi yang dilakukan oleh peneliti, kita tidak bisa menilai dari mana peneliti mengetahui keefektifan kartu motivasi. Apakah dilihat dari raut muka, perilaku dll. Berapa lama observer mengobservasi respondenpun tidak tercantum.
2.      Kartu motivasi  yaitu kartu yang berisikan gambar, kata-kata atau kalimat motivasi kepada penerimanya. Bisa dikatakan kartu motivasi ini, merupakan pajanan yang diberikan oleh peneliti dari orangtua kepada responden penelitian
3.      Tinjauan dari agama Islam desebutkan bahwa dukungan emosional mencakup empati, kasih sayang, dan perhatian terhadap individu selain itu pemberian kartu motivasi hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan

BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI ANALISA
FENOMENA
      Jumlah pasien yang terdiagnosa kanker setiap tahun meningkat mencapai 6,25 juta dan dua pertiganya berasal dari negara berkembang seperti Indonesia.
      Dalam seminar kanker pada anak tahun 2001, Djajadiman (bagian Hematologi Anak) menyatakan bahwa leukemia merupakan kanker yang paling banyak di jumpai yaitu 30-40 % dari seluruh jenis kanker pada anak
      Anak penderita Kanker LLA yang sedang menjalankan perawatan di Rumah sakit mengalami perubahan fisik, perilaku dan emosional. Perubahan tersebut memberikan dampak yang kurang baik bagi perkembangan kesehatan fisik dan mental anak. 

RUMUSAN MASALAH
      Bagaimana efektivitas pemberian kartu motivasi sebagai bentuk dukungan sosial orangtua terhadap anak yang sedang menjalani proses perawatan kanker LLA?

METODE PENELITIAN
      Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus.
      Responden yang diambil dalam penelitian berjumlah 5 orang yaitu para orangtua dan dengan anaknya yang terdiagnosa kanker LLA.
      Peneliti ini memeilih dan menentukan subjek penelitian dengan cara purposive sampling. 

Karakteristik sample : 
Anak yang terdiagnosa kanker LLA dengan rentan usia 6 sampai 12 tahun.

METODE PENGUMPULAN DATA :
Observasi dan wawancara mendalam atau in-depth interview (Chaedar,2002). 

HASIL PENELITIAN
      Pembuatan kartu motivasi sebagai bentuk dukungan sosial dari orang tua kepada anak yang terdiagnosa kanker LLA secara umum menunjukan hasil yang efektif. 
      Penelitian sudah bedasarkan dalam kode etik psikologi
KELEBIHAN
      Kartu motivasi dapat dinyatakan sebagai bentuk komunikasi terapeutik
KEKURANGAN
      Tidak ada penjelasan mengenai mekanisme observasi


REVIEW JURNAL KELOMPOK II

Mengurangi Kecemasan Konseli Mengikuti Ujian Nasional Melalui Konseling Kelompok Dengan Strategi Relaksasi

Sumber :
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
VOL. 13. NO.1, JULI 2012
 

Hasil diskusi, pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal ini yaitu :
 
1.      Tidak ada penjelasan mengenai proses kegiatan konseling yang diberikan
2.      Peneliti melakukan Indikasi  seperti apa, sehingga dapat disimpulkan siswa merasa cemas dalam menghadapi UN.
3.      Dalam pengambilan sample antara laki-laki dan perempuan tidak seimbang yang dapat menyebabkan berkurangnya validitas dan reabilitas.

BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI ANALISA

FENOMENA
Memasuki semester genap para guru, murid dan orang tua murid bersiap-siap menyambut datangnya pelaksanaan Ujian Nasional yang setiap tahun ditunggu-tunggu khususnya oleh siswa kelas IX di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Menghadapi ujian nasional, banyak permasalahan yang akan dihadapi oleh konseli.           
RUMUSAN MASALAH
Apakah Konseling kelompok dengan relaksasi dapat mengurangi kecemasan konseli pada saat Ujian Nasional?

SAMPLE         
Penelitian ini dilakukan pada konseli kelas IXA SMP Negeri 1 Jatiroto yang mengalami kecemasan sejumlah 12 orang terdiri 4 orang konseli laki-laki dan 8 orang konseli perempuan.

METODE PENGUMPULAN DATA
Observasi dan angket yang dianalisa secara kualitatif berdasarkan hasil refleksi jawaban positif dari konseli yang mengalami kecemasan.

HASIL
konseling kelompok dengan strategi relaksasi dapat membantu konseli mengatasi masalah kecemasan juga dapat meningkatkan aktivitas dalam layanan konseling kelompok.

REVIEW JURNAL KELOMPOK 6


Hasil diskusi, pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal ini yaitu :
1.      Penjelasan apa yang menyatakan bahwa regulasi emosi dapat menurunkan perilaku agresif pada anak masa sekolah kelas V SD yang berusia 10 tahun, apakah ada pernyataan dari teori atau peneliti sebelumnya ?
2.      Mengapa hanya sample laki-laki yang diberikan pelatihan regulasi emosi ?
3.      Peneliti hanya meneliti 2 sample
4.      Tidak ada penjelasan mengenai tahapan pelatihan regulasi emosi yang diberikan kepada sample.

BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI ANALISA

PELATIHAN REGULASI EMOSI UNTUK MENURUNKAN PERILAKU AGRESIF PADA ANAK

FENOMENA
Maraknya perilaku agresif pada anak saat ini banyak terjadi di Indonesia. Anak-anak tidak mengenal arti agresif, akan tetapi mereka sering melakukannya.
           
RUMUSAN MASALAH
Apakah pelatihan regulasi emosi dapat menurunkan perilaku agresif pada anak masa sekolah kelas V SD yang berusia 10 tahun?

SAMPLE         
Subjek penelitian berjumlah dua orang siswa  laki-laki sekolah dasar berusia 10 tahun yang berperilaku agresif.

METODE PENGUMPULAN DATA
ž  Observasi dengan mengamati dan mengukur perilaku agresif anak kelas V SD yang berusia 10 tahun. Perilaku yang akan diamati adalah perilaku agresif fisik dan verbal yang bersifat terbuka atau tampak.
ž  Observasi perilaku dilakukan pada saat enam hari sebelum pelatihan (tahap A), enam hari sesudah pelatihan (tahap B) dan empat hari pada follow-up.

HASIL
ž  Pelatihan regulasi emosi dapat menurunkan perilaku agresif pada subjek penelitian ini, yaitu anak kelas V SD, berusia 10 tahun dan melakukan perilaku agresif fisik (menendang, memukul, merebut paksa, mengganggu atau usil dan mendorong) serta agresif verbal (mengejek, berteriak-teriak, membentak dan berkata kotor/ kasar). Kemampuan anak untuk melakukan regulasi emosi, yaitu menilai, mengatur dan mengungkapkan emosinya secara tepat dapat mengurangi munculnya perilaku agresif pada anak.





REVIEW JURNAL KELOMPOK 4
Hasil diskusi, pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal ini yaitu :
1.      Hasil tidak menjawab permasalahan
2.      Bagaimana lansia dapat mendapatkan pasangannya kembali setelah ditinggalkan?

BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI ANALISA
Sexual Relationships of Elderly Males Who Have Lost Their Spouse

FENOMENA
Jepang memiliki latar belakang sosial dan budaya dimana kehidupan seksual lansia dianggap negatif dan tidak dihormati (Backer, 1984; Yoshizawa, 1986).

RUMUSAN MASALAH
      Bagaimana hubungan mesra dengan lawan jenis terbentuk?
      Bagaimana mereka berperilaku dalam kehidupannya?
      Apa makna keberadaan teman lawan jenisnya tersebut?

SAMPLE         
      Sample
     3 orang duda berusia diatas 60 tahun
      Karakteristik
     Tetap menduda tetapi memiliki hubungan seksual saat ini
     Subjek tinggal dipinggir kota Tokyo dan kota besar di Osaka
      Teknik sampling
     Snowball sampling

METODE PENGUMPULAN DATA
Observasi dan Wawancara semi-terstruktur dengan durasi waktu 2 jam untuk setiap wawancara

HASIL
Memiliki pasangan seksual wanita membawa semangat tinggi yang dapat membuat perasaan bahagia kepada lansia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar