Sabtu, 14 September 2013

PSIKODIAGNOSTIK OBSERVASI

     


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering kali mengamati setiap kali tingkah laku orang lain. Kita memandang orang lain dan mendengarkan mereka berbicara. Kita menyimpulkan ciri-ciri, motivasi, perasaan-perasaan, dan itikad orang-orang lain berdasarkan pengamatan atau observasi itu. Istilah tersebut dalam Psikologi dinamakan observasi, tidak hanya sekedar mengamati namun observasi merupakan salah satu dari berbagai metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan hasil penelitian.




OBSERVASI DALAM PSIKODIAGNOSTIK

      Psikodiagnostik adalah keseluruhan cara, metode, dan teknik untuk menentukan ciri atau struktur psikis individu atau kelompok individu (Stern, dalam Marnat, 1999).
Apa itu observasi?
      Observasi adalah mengamati dengan tujuan untuk mendapat data tentang sutu masalah sehingga diperoleh pemahaman sebagai alat untuk membuktikan informasi yang telah diperoleh sebelumnya.
      Definisi Observasi diarahkan pada memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut.
      Sehingga metode observasi àmengamati tidak hanya melihat à Selalu dilakukan dalam proses pengambilan data
      Secara umum setiap observasi yang dilakukan tercakup dalam tiga dimensi, yaitu:
a.      Partisipan dan non partisipan à penelitian eksploratorif  à partisipasi lengkap, fungsional, pengamat
b.      Overt dan covert
c.       Alamiah dan buatan

Bagaimana cara kita melakukan observasi?
      Mengetahui/memperoleh pengetahuan yang akan diobservasi.
      Menentukan tujuan umum dan tujuan khusus.
      Membuat tata cara observasi (metode apa, alatnya apa).
      Membatasi dengan tegas hal-hal yang akan diobservasi.
      Melakukan observasi dengan secermat-cermatnya.
      Membuat hasil catatan-catatan/observasi.
      Memahami pencatatan dan penggunaan alat.

Sebelum kita mencatat hasil pengamatan yang dilakukan, perhatikan aspek :
  • Kognitif
  • Afektif
  • Behavior



Jenis observasi :
Ada banyak sekali berbagai jenis observasi, pada kesempatan kali ini yang akan dibahas lebih lanjut yaitu :

OBSERVASI PARTISIPAN
·         Dalam hal ini, pengamat menjadi anggota penuh dari kelompok yang diamatinya.Dengan demikian ia dapat memperoleh informasi apa saja yang dibutuhkannya.
·         Umumnya untuk penelitian yang bersifat eksploratif. Menyelidiki perilaku individu dalam situasi sosial seperti cara hidup, hubungan sosial, budaya dll.

PERAN OBSERVER (Spradley, 1980) :
      Observer tidak berperan sama sekali
      Observer berperan pasif
      Observer berperan aktif
      Observer berperan penuh

SYARAT OBSERVASI SEBAGAI METODE ILMIAH

1.      Observasi harus dipergunakan dan dirumuskan menurut tujuan-tujuan penelitian tertentu (ada kerangka teori tertentu, rumusan masalah, teknik-teknik tertentu)
2.      Direncanakan secara sistematis
3.      Observasi harus “dicatat” (direkam) secara sistematis sehingga hasilnya dapat dianalisa dan diinterpretasikan
4.      Observasi harus dapat diperiksa/diulang kembali (terutama validitas dan reabilitasnya)
5.      Observer harus objektif
6.      Dapat memisahkan antara fakta dan interpretasi (penafsiran)
7.      Memiliki pengetahuan yang cukup tentang apa yang akan di observasi
8.      Menentukan tujuan observasi berikut aspek-aspeknya

Hal yang harus di perhatikan :

“HINDARI KOMUNIKASI VERBAL SECARA INTENS”
Sumber :
Kerlinger, F. N. (2000). Asas-Asas Penelitian Behavioral. (3Ed). Yogyakarta : Gajah Mada University          Press

Nantikan posting Psikodiagnostik Observasi yang selanjutnya, semoga bermanfaat J

SALAM SEMANGAT !!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar