Dalam kehidupan sehari-hari kita sering kali mengamati setiap kali tingkah laku orang lain. Kita memandang orang lain dan mendengarkan mereka berbicara. Kita menyimpulkan ciri-ciri, motivasi, perasaan-perasaan, dan itikad orang-orang lain berdasarkan pengamatan atau observasi itu. Istilah tersebut dalam Psikologi dinamakan observasi, tidak hanya sekedar mengamati namun observasi merupakan salah satu dari berbagai metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan hasil penelitian.
OBSERVASI DALAM PSIKODIAGNOSTIK
•
Psikodiagnostik adalah keseluruhan
cara, metode, dan teknik untuk menentukan ciri atau struktur psikis individu
atau kelompok individu (Stern, dalam Marnat, 1999).
Apa itu
observasi?
•
Observasi adalah mengamati dengan
tujuan untuk mendapat data tentang sutu masalah sehingga diperoleh pemahaman
sebagai alat untuk membuktikan informasi yang telah diperoleh sebelumnya.
•
Definisi Observasi diarahkan pada
memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan
mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut.
•
Sehingga metode observasi àmengamati
tidak hanya melihat à
Selalu dilakukan dalam proses pengambilan data
•
Secara umum setiap observasi yang
dilakukan tercakup dalam tiga dimensi, yaitu:
a. Partisipan
dan non partisipan à penelitian
eksploratorif à
partisipasi lengkap, fungsional, pengamat
b. Overt
dan covert
c. Alamiah dan buatan
Bagaimana cara kita melakukan observasi?
•
Mengetahui/memperoleh pengetahuan
yang akan diobservasi.
•
Menentukan tujuan umum dan tujuan
khusus.
•
Membuat tata cara observasi (metode
apa, alatnya apa).
•
Membatasi dengan tegas hal-hal yang
akan diobservasi.
•
Melakukan observasi dengan
secermat-cermatnya.
•
Membuat hasil
catatan-catatan/observasi.
•
Memahami pencatatan dan penggunaan
alat.
Sebelum kita mencatat hasil pengamatan yang dilakukan,
perhatikan aspek :
- Kognitif
- Afektif
- Behavior

Jenis observasi
:
Ada banyak
sekali berbagai jenis observasi, pada kesempatan kali ini yang akan dibahas
lebih lanjut yaitu :
OBSERVASI
PARTISIPAN
·
Dalam
hal ini, pengamat menjadi anggota penuh dari kelompok yang diamatinya.Dengan
demikian ia dapat memperoleh informasi apa saja yang dibutuhkannya.
·
Umumnya
untuk penelitian yang bersifat eksploratif. Menyelidiki perilaku individu dalam
situasi sosial seperti cara hidup, hubungan sosial, budaya dll.
PERAN
OBSERVER (Spradley, 1980) :
•
Observer tidak berperan sama sekali
•
Observer berperan pasif
•
Observer berperan aktif
•
Observer berperan penuh
SYARAT
OBSERVASI SEBAGAI METODE ILMIAH
1. Observasi harus dipergunakan dan
dirumuskan menurut tujuan-tujuan penelitian tertentu (ada kerangka teori
tertentu, rumusan masalah, teknik-teknik tertentu)
2. Direncanakan secara sistematis
3. Observasi harus “dicatat” (direkam)
secara sistematis sehingga hasilnya dapat dianalisa dan diinterpretasikan
4. Observasi harus dapat
diperiksa/diulang kembali (terutama validitas dan reabilitasnya)
5. Observer harus objektif
6. Dapat memisahkan antara fakta dan
interpretasi (penafsiran)
7. Memiliki pengetahuan yang cukup
tentang apa yang akan di observasi
8. Menentukan tujuan observasi berikut
aspek-aspeknya
Hal yang
harus di perhatikan :
“HINDARI
KOMUNIKASI VERBAL SECARA INTENS”
Sumber :
Kerlinger,
F. N. (2000). Asas-Asas Penelitian Behavioral. (3Ed). Yogyakarta :
Gajah Mada University Press
Nantikan
posting Psikodiagnostik Observasi yang selanjutnya, semoga bermanfaat J
SALAM
SEMANGAT !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar