Judul
Penelitian :
TRADISI MANGUPA PADA PASANGAN PERNIKAHAN PEMULA
DALAM MASYARAKAT PERANTAU TAPANULI SELATAN
Pada kesempatan ini, sebagai mahasiswa psikologi perhatian kita tidak
lepas dari kegiatan Analisa Jurnal, banyak sekali manfaat dan ide-ide baru yang
dapat kita petik dan pelajari serta memahami lebih lanjut. Hal yang akan
dibahas pada kesempatan ini lagi-lagi menekankan pada Bagaimana cara peneliti
melakukan pengumpulan data.
Seperti yang kita ketahui Negara Indonesia merupakan negara yang banyak
akan warisan dan budaya dari sabang sampai merauke. Hal ini sangat menarik
untuk kita ulas karena banyak sekali aspek psikologis yang terkandung dalam
setiap budaya Indonesia.
Sebelum kita mendiskusikan hasil mengenai penelitian ini, mari kita simak
terlebih dahulu Sedikit ulasan mengenai :
Apa itu Tradisi
Mangupa ?
Dalam adat istiadat Tapanuli
Selatan dikenal upacara tradisi mangupa. Tradisi ini sarat dengan nilai sosial
dan spiritual. Hal itu dikarenakan tradisi ini melibatkan orang banyak
(masyarakat) dan mengandung nilai-nilai keagamaan dalam spiritualnya.
Masyarakat yang terlibat
dalam tradisi mangupa saling berinteraksi secara langsung satu sama lainnya.
Ada yg memberikan nasihat dan doa dan ada yang diberi nasihat dan doa. Salah
satu kondisi diberlakukannya tradisi mangupa adalah pada saat resepsi
pernikahan.
Penelitian ini berupaya
mengungkap tema-tema psikologis yang terkandung dalam tradisi mangupa. Tradisi
yang memuat fungsi paulak tondi tu badan, nasihat, harapan dan doa, diasumsikan
memiliki dimensi dan atau tema2 psikologis yang mampu memotivasi pasangan
pernikahan pemula menjadi pribadi yang matang.
Masalah
Penelitian
Tema-tema psikologis apa yang muncul dari tradisi mangupa ?
Fokus
Penelitian
Tema-tema psikologis yang terkandung dalam tradisi mangupa yang
diberikan kepada pasangan pernikahan pemula yang diharapkan termotivasi menjadi
pribadi yang matang.
Subjek
Penelitian :
Lima pasangan pernikahan pemula
tapanuli selatan di Pekanbaru yang usia pernikahannya dibatasi 0-3 tahun,
sesuai dengan fase blending, nesting, dan maintaining.
Metode
Pengumpulan Data
Wawancara, Observasi dan Dokumentasi
• Jenis
wawancara : Wawancara terbuka
• Observasi :
Metode observasi yang digunakan adalah jenis berperan serta secara
lengkap. Dalam hal ini, pengamat
menjadi anggota penuh dari kelompok yang diamatinya. Dengan demikian ia dapat
memperoleh informasi apa saja yang dibutuhkannya, termasuk yang dirahasiakan
sekalipun (Moleong, 2001).
Penelitian ini juga
menggunakan observasi partisipan yakni peneliti menggunakan observer tambahan
diluar peneliti sendiri.
•
Dokumentasi: Dokumentasi ialah setiap bahan tertulis
ataupun film (Moleong 2001). Dokumentasi dalam penelitian ini menggunakan
foto-foto yang merekam prosesi tradisi mangupa.
Tahapan
Analisa Data
- Data
di kumpulkan dari hasil wawancara dan observasi. Hasilnya ditulis dalam
bentuk paparan.
- Membuat koding dan kategori. Peneliti
membuat simbol di mana simbol tersebut mempunyai arti berdasarkan topik
peneliti.
- Menyajikan
data dalam bentuk teks naratif dan tabel.
- Mencari
triangulasi data melalui pembandingan kategori-kategori yang di temukan
wawancara,observasi,dokumentasi dan studi pusaka.
- Menyimpulkan,
yaitu melakukan penarikan dan verifikasi melalui tabel.
HASIL
PENELITIAN
1. Tema : Pemberian nasihat oleh
orang tua,saudara dan harajaon.
2. Tema : Penyampain doa dan harapan untuk hidup yang baik.
3. Tema : Aktifitas fungsi
kaulak tondi tu badan.
4. Tema : Meningkatkan
motivasi untuk menghadapi hidup
5. Tema : Perasaan senang
dan bahagia
6. Tema : Merasa sangat
disayangi dan menjadi pusat perhatian
7. Tema : Perlengkapan
mangupa merupakan simbol-simbol yang menjadi petunjuk
KESIMPULAN
Penelitian menunjukan bahwa tradisi mangupa yang diberikan kepada
pasangan pernikahan pemula memiliki pengaruh dalam motivasi mereka menjadi
pribadi yang matang.
HASIL DISKUSI, SARAN DARI KELOMPOK 1
Berikut ulasannya :
11.
Apa dasar atau acuan peneliti untuk menyimpulkan
bahwa perubahan motivasi menjadi pribadi yang matang disebabkan oleh tradisi mangupa.
22.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Namun,
karena judul penelitian menggunakan kata “Pengaruh” yang meneliti hubungan
kausal (sebab-akibat) rasanya tidak tepat digunakan dalam metode kualitatif.
33.
Metode observasi yang digunakan adalah jenis
berperan serta secara lengkap, apakah observer merupakan orang dari suku asli
tersebut?Bagaimana cara observer untuk berbaur dengan anggota dari suku
tersebut ?
44. Pada saat
kapan peneliti mengobservasi responden ?
Fenomena meneliti dalam
budaya masyarakat perantau Tapanuli Selatan ini sangat menarik, untuk kita
teliti, banyak sekali budaya di luar sana yang dapat kita pelajari terkait
dengat aspek psikologis yang mendukung penelitian lebih lanjut.
PRESENTASI
DIRI DAN DESEPSI DALAM KOMUNIKASI MEDIA-KOMPUTER PADA PENGGUNA INTERNET RELAY CHAT
Tujuan :
Untuk mengkaji
tentang bentuk komunikasi antar pribadi dalam sebuah komunitas
jaringan-komputer, yakni ketika jarak interaksi tatap muka digantikan oleh
konteks komunikasi berbasis teks.
Apa itu desepsi ?
Buller dan Burgoon
(1996: 164) atribut esensial dari komunikasi antar pribadi melibatkan
partisipasi aktif baik oleh pengirim (sender) ataupun penerima (receiver).
REVIEW KELOMPOK 3
SEKSUALITAS REMAJA AUTIS PADA MASA PUBER
Tujuan :
Menggambarkan
seksualitas remaja autis pada masa puber. Dalam Penelitian yakni berupa
perubahan prilaku yang dipengaruhi oleh kognisi, dan perubahan afeksi atau
emosional yang berhubungan dengan dorongan maupun hasrat seksual.
Rumusan masalah:
- Bagaimanakah ekspresi seksual dan perilaku seksual yang ditampakkan oleh remaja autis.
- Bagaimana peran orangtua, guru, dan terapis sebagai caregiver terkait dengan datangnya masa pubertas?
- Bagaimana lingkungan atau masyarakat sekitar merespon perilaku seksual yang ditampakkan remaja autis?
- Bagaimana pemberian pendidikan seksualitas remaja autis secara tepat?
SEMANGAT UNTUK
MENJADI SEORANG PENELITI, KAWAN :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar