REVIEW JURNAL KELOMPOK 1
KARTU MOTIVASI SEBAGAI
BENTUK DUKUNGAN SOSIAL DALAM PROSES PERAWATAN PADA ANAK KANKER LEUKEMIA
LIMFOBLASTIK AKUT (LLA) YANG DIBERIKAN OLEH ORANGTUA DAN TINJAUAN DARI AGAMA
ISLAM
Nurelly, Metta Rahmadiana
Fakultas Psikologi, Universitas YARSI
Sumber : Jurnal Psikogenesis. VO. 1. No. 1/Desember
2012
Hasil
diskusi, pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal
ini yaitu :
1.
Karena kelemahan dari jurnal ini tidak ada
penjelasan tahapan observasi yang dilakukan oleh peneliti, kita tidak bisa
menilai dari mana peneliti mengetahui keefektifan kartu motivasi. Apakah
dilihat dari raut muka, perilaku dll. Berapa lama observer mengobservasi
respondenpun tidak tercantum.
2.
Kartu motivasi
yaitu kartu yang berisikan gambar, kata-kata atau kalimat motivasi
kepada penerimanya. Bisa dikatakan kartu motivasi ini, merupakan pajanan yang
diberikan oleh peneliti dari orangtua kepada responden penelitian
3.
Tinjauan dari agama Islam desebutkan bahwa
dukungan emosional mencakup empati, kasih sayang, dan perhatian terhadap
individu selain itu pemberian kartu motivasi hukumnya adalah mubah atau
diperbolehkan
BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI
ANALISA
FENOMENA
• Jumlah pasien yang terdiagnosa
kanker setiap tahun meningkat mencapai 6,25 juta dan dua pertiganya berasal
dari negara berkembang seperti Indonesia.
• Dalam seminar kanker pada anak tahun
2001, Djajadiman (bagian Hematologi Anak) menyatakan bahwa leukemia merupakan
kanker yang paling banyak di jumpai yaitu 30-40 % dari seluruh jenis kanker
pada anak
• Anak penderita Kanker LLA yang
sedang menjalankan perawatan di Rumah sakit mengalami perubahan fisik, perilaku
dan emosional. Perubahan tersebut memberikan dampak yang kurang baik bagi
perkembangan kesehatan fisik dan mental anak.
RUMUSAN MASALAH
• Bagaimana efektivitas pemberian
kartu motivasi sebagai bentuk dukungan sosial orangtua terhadap anak yang
sedang menjalani proses perawatan kanker LLA?
METODE PENELITIAN
• Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif studi kasus.
• Responden yang diambil dalam
penelitian berjumlah 5 orang yaitu para orangtua dan dengan anaknya yang
terdiagnosa kanker LLA.
• Peneliti ini memeilih dan menentukan
subjek penelitian dengan cara purposive sampling.
Karakteristik sample :
Anak yang terdiagnosa kanker LLA dengan rentan usia 6
sampai 12 tahun.
METODE PENGUMPULAN DATA :
Observasi dan wawancara mendalam atau in-depth
interview (Chaedar,2002).
HASIL PENELITIAN
• Pembuatan kartu motivasi sebagai
bentuk dukungan sosial dari orang tua kepada anak yang terdiagnosa kanker LLA
secara umum menunjukan hasil yang efektif.
• Penelitian sudah bedasarkan dalam
kode etik psikologi
KELEBIHAN
• Kartu motivasi dapat dinyatakan
sebagai bentuk komunikasi terapeutik
KEKURANGAN
• Tidak ada penjelasan mengenai
mekanisme observasi
REVIEW
JURNAL KELOMPOK II
Mengurangi Kecemasan
Konseli Mengikuti Ujian Nasional Melalui Konseling Kelompok Dengan Strategi
Relaksasi
Sumber :
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
VOL. 13. NO.1, JULI 2012
Hasil diskusi,
pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal ini yaitu
:
1.
Tidak ada penjelasan mengenai proses kegiatan konseling yang diberikan
2.
Peneliti melakukan Indikasi
seperti apa, sehingga dapat disimpulkan siswa merasa cemas dalam
menghadapi UN.
3.
Dalam pengambilan sample antara laki-laki dan perempuan tidak seimbang
yang dapat menyebabkan berkurangnya validitas dan reabilitas.
BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI ANALISA
FENOMENA
Memasuki semester genap para guru, murid dan orang tua
murid bersiap-siap menyambut datangnya pelaksanaan Ujian Nasional yang setiap
tahun ditunggu-tunggu khususnya oleh siswa kelas IX di jenjang Sekolah Menengah
Pertama. Menghadapi ujian nasional, banyak permasalahan yang akan dihadapi oleh
konseli.
RUMUSAN MASALAH
Apakah Konseling kelompok dengan relaksasi dapat
mengurangi kecemasan konseli pada saat Ujian Nasional?
SAMPLE
Penelitian ini dilakukan pada konseli kelas IXA SMP
Negeri 1 Jatiroto yang mengalami kecemasan sejumlah 12 orang terdiri 4 orang
konseli laki-laki dan 8 orang konseli perempuan.
METODE PENGUMPULAN DATA
Observasi dan angket yang dianalisa secara kualitatif berdasarkan hasil refleksi jawaban
positif dari konseli yang mengalami kecemasan.
HASIL
konseling kelompok dengan strategi relaksasi dapat
membantu konseli mengatasi masalah kecemasan juga dapat meningkatkan aktivitas
dalam layanan konseling kelompok.
REVIEW
JURNAL KELOMPOK 6
Hasil
diskusi, pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal
ini yaitu :
1. Penjelasan apa yang menyatakan bahwa regulasi
emosi dapat menurunkan perilaku agresif pada
anak masa sekolah kelas V SD yang berusia 10 tahun,
apakah ada pernyataan dari teori atau peneliti sebelumnya ?
2. Mengapa hanya sample laki-laki yang diberikan
pelatihan regulasi emosi ?
3. Peneliti hanya meneliti 2 sample
4. Tidak ada penjelasan mengenai tahapan
pelatihan regulasi emosi yang diberikan kepada sample.
BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI ANALISA
PELATIHAN REGULASI EMOSI UNTUK MENURUNKAN PERILAKU AGRESIF PADA ANAK
FENOMENA
Maraknya perilaku agresif pada anak saat ini banyak
terjadi di Indonesia. Anak-anak tidak mengenal arti agresif, akan tetapi mereka
sering melakukannya.
RUMUSAN MASALAH
Apakah pelatihan regulasi emosi
dapat menurunkan perilaku agresif pada
anak masa sekolah kelas V SD yang berusia 10 tahun?
SAMPLE
Subjek
penelitian berjumlah dua orang siswa
laki-laki sekolah dasar berusia 10 tahun yang berperilaku agresif.
METODE PENGUMPULAN DATA
Observasi dengan mengamati dan mengukur
perilaku agresif anak kelas V SD yang berusia 10 tahun. Perilaku yang akan
diamati adalah perilaku agresif fisik dan verbal yang bersifat terbuka atau
tampak.
Observasi perilaku dilakukan pada saat enam
hari sebelum pelatihan (tahap A), enam hari sesudah pelatihan (tahap B) dan
empat hari pada follow-up.
HASIL
Pelatihan regulasi emosi dapat menurunkan
perilaku agresif pada subjek penelitian ini, yaitu anak kelas V SD, berusia 10
tahun dan melakukan perilaku agresif fisik (menendang, memukul, merebut paksa,
mengganggu atau usil dan mendorong) serta agresif verbal (mengejek,
berteriak-teriak, membentak dan berkata kotor/ kasar). Kemampuan anak untuk
melakukan regulasi emosi, yaitu menilai, mengatur dan mengungkapkan emosinya
secara tepat dapat mengurangi munculnya perilaku agresif pada anak.
REVIEW JURNAL KELOMPOK 4
Hasil
diskusi, pertanyaan dan masukan dari dosen dan beberapa mahasiswa untuk jurnal
ini yaitu :
1. Hasil tidak menjawab permasalahan
2. Bagaimana lansia dapat mendapatkan pasangannya
kembali setelah ditinggalkan?
BERIKUT ISI DARI JURNAL YANG DI ANALISA
Sexual Relationships
of Elderly Males Who Have Lost Their Spouse
FENOMENA
Jepang memiliki latar
belakang sosial dan budaya dimana kehidupan seksual lansia dianggap negatif dan
tidak dihormati (Backer, 1984; Yoshizawa, 1986).
RUMUSAN MASALAH
•
Bagaimana
hubungan mesra dengan lawan jenis terbentuk?
•
Bagaimana
mereka berperilaku dalam kehidupannya?
•
Apa makna keberadaan teman lawan jenisnya tersebut?
SAMPLE
•
Sample
– 3 orang duda berusia
diatas 60 tahun
•
Karakteristik
– Tetap menduda tetapi
memiliki hubungan seksual saat ini
– Subjek tinggal
dipinggir kota Tokyo dan kota besar di Osaka
•
Teknik sampling
– Snowball sampling
METODE PENGUMPULAN DATA
Observasi
dan Wawancara semi-terstruktur dengan durasi waktu 2 jam untuk setiap
wawancara
HASIL
Memiliki
pasangan seksual wanita membawa semangat tinggi yang dapat membuat perasaan
bahagia kepada lansia.